Thursday, February 05, 2009

Fajar tetap menyingsing

Kali ini,
Biarkan aku menatapmu
lekat,erat,hangat,sejenak,jauh..
Meski tertutup tirai awan,silau mentari

Dunia mungkin marah!
melihatmu,melihatku
melihat angkuh laku jiwa tak tentu
menentang gravitasi,rotasi..

Biarkan..
Biarkan mereka menelorkan hujatan mereka
Membasahi lengan kita dengan ludahnya
Toh,kita tetap kita,
berada disini, bersama waktu..

Terimakasih waktu,
atas warna, dan makna
Dalam rengkuhan hidup yang terlalu luas
untuk dipahami, dimengerti..
Dalam kubangan abu abu
sesak manusia munafik..
Hanya engkau,setia menemani dan mengerti..

Kali ini,
Dunia tidak perlu mengerti aku secara sempurna.
Karena aku jua tak memahaminya dengan sempurna
Keras hati berucap serumpun kata
"Aku ada untuk memahami dan memaknainya,untuk apa dimengerti?"

Dunia tak perlu menjawab,
atas pertanyaan bodohku
Dunia tak perlu mentertawaiku,
atas kelakar yang tidak lucu
Pun tidak perlu menangisiku,
atas kepergianku..
Mereka tetap takkan mengertiku
Mereka tetap mereka,
Dan aku tetap disini,bersama waktu
meski bumi enggan berputar lagi,karenanya..
Toh waktu tetap berlalu,menemaniku
(Meski) aku akan pergi,
Aku akan (lahir) kembali
Karena selama apapun malam berlangsung,
Fajar akan tetap menyingsing..

No comments: